Binatang juga punya hati...



Siapa sih yang gak kenal sama yang namanya topeng monyet, dari kita masih kecil sampe sekarang, yang namanya tukang topeng monyet gak tertelan sama yang namanya masa modern. Mungkin kita dulu ngeliatnya terhibur banget sama kelucuan dan keluguan dari topeng monyet, sampe2 kalau ada tukang monyet pasti kita ngikutin, itung2 dapet hiburan gratis :), kalo dulu kayanya yang namanya "monyet" itu, bisa dibilang berumuran cukup dewasa, gak kaya sekarang... indah suka sedih ngeliatnya, masa monyet yang kayanya masih berumuran sebulan aja udah dipake sebagai lahan mencari duit :(, dimana hati nurani manusia...!. Seharusnya kita sebagai manusia harus bisa lebih pinter dan lebih berhatinurani, dibandingkan dengan hewan...
Indah bener2 sedih, dan gak bisa berbuat apa2 sama keadaan kaya gitu, bukan maksudnya sok peduli, tapi indah bener2 gak suka kalo ada hewan yang diperlakukan gak semestinya... Indah pernah liat tayangan khusus tentang semaraknya tukang topeng monyet di pelosok daerah, khususnya ibukota Jakarta, hampir disetiap lampu merah, bahkan jalan trotoar kita pasti ketemu sama yang namanya topeng monyet, sedihnya awal mula "monyet" itu biar patuh dan mau ngikutin perintah kita, bener2 diperlakukan tidak semestinya... ada yang gak dikasih makan berhari2, sampe2 yang sengaja dilukain dengan cara dibanting atau dipukul, supaya mereka nurut dengan majikannya, berita terbarunya malah, "mereka" diajarkan juga untuk mencuri, kadang indah suka ngelamun dan membuka bahasan percakapan dengan temen2 mengenai kasus ini, tapi sayangnya belum ada yang sehati dan tertarik membahas tentang topeng monyet ini... temen2 malah cuma mendengarkan dan mengganti topik pembicaraan yang dianggap lebih menarik lagi, ketimbang ngomongin "Topeng monyet", pernah indah ke Bandung, kebetulan di dibawah jembatan Pasteur, ada 2 kelompok topeng monyet yang sedang beraksi dimalam hari, memang keliatannya cukup menarik masa, karena "monyet2" itu cukup cekatan dan pinter menggunakan motor buatan atau bertingkah seperti manusia, yang bikin indah sedih untuk kesekian banyaknya adalah waktu itu jam menunjukkan pukul 20.00 WIB, bisa dibayangkan dari jam berapa "monyet" lucu itu bekerja untuk majikannya?, dikasih makan apa dia sama majikannya? dan pastinya mereka menangis terus karena harus dipaksa bekerja layaknya manusia, dimana "monyet2" itu gak merasakan timbalbalik dari mereka bekerja..
Aduh bener2 gak waras lagi nih manusia.... udah sangat malaskah manusia menggunakan tenaga dan otaknya sendiri untuk mencari uang, sampe2 memanfaatkan hewan yang gak berdosa yang cuma tau yang namanya makan dan berkembangbiak!
Kemana orang2 atau organisasi2 yang peduli sama kekerasan hewan!, apakah ibukota sebegitu cueknya sama nasib hewan.. . indah cuma bisa membantu memberikan beberapa perak untuk tukang monyet itu, dan berharap dari hasil mereka bekerja, manusia masih inget untuk memberikan makan untuk hewan2nya... Indah aja cukup menyesel dan sedih binatang peliharaan indah (kura-kura) minggu kemarin mati satu, indah gak tau penyebabnya, padahal indah udah cukup perhatian untuk kebersihan dan jadwal makan mereka yang gak pernah telat, indah cuma mau kasih pesan buat temen2 yang terlanjur memiliki binatang peliharaan untuk selalu peduli dan mau mengurusnya sepenuh hati, kalau cuma untuk temen hiburan dirumah aja, tanpa ingin merawatnya, lebih baik tidak usah sama sekali, karena bagaimanapun binatang/hewan adalah makhluk yang diciptakan oleh Allah untuk selalu dijaga dan dilestarikan oleh manusia, karena hanya manusialah yang bisa peduli dengan kehidupan mereka...

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS
Read Comments

2 komentar:

Martyono Sembodo said...

Itulah makanya gw gak pernah mau punya binatang peliharaan. Takut lalai trus bikin dia mati. Rasa bersalahnya bisa lama banget baru sembuh..

dr.Eko said...

betul! binatang punya hati, sama kayak manusia, organ yang satu ini berperan untuk menetralisir toksin dalam tubuh..

kalo hatinya sakit bawa ke dokter aja, sama kayak manusia... hehehehe...

kesian ya tuh monyet. sekali-sekali harusnya gantian, yang disuruh begaya dan dirante "abangnya"